Selasa, 18 Februari 2014

AZHAR.MJ dan HENDRI LAMIRI

 
    HENDRI LAMIRI

 AZHAR. MJ

                                                       
FOTO BERSAMA SETELAH PERTUNJUKAN

PERTUNJUKAN INI DILAKSANAKAN PADA MALAM BUDAYA DALAM RANGKA HUT PROPINSI JAMBI 6 JANUARI 2014 DI HOTEL ABADI KOTA JAMBI, MENAMPILKAN MUSIK KONTEMPORER NUANSA JAMBI, YANG BERAKAR DARI MUSIK TRADISIONAL JAMBI.

Minggu, 22 September 2013

Sanggar MINDULAHIN Jambi

Aktivitas sanggar Mindulahin Jambi tahun 2013, menggali, mengolah, dan mengembangkan seni tradisional melayu Jambi, dari beberapa cabang seni seperti : Seni Rupa, Seni tari, Seni Musik, Seni Teater dan Sastra. disamping itu, sanggar Mindulahin terfokus pada pembangunan fisik sebagai tempat latihan maupun pergelaran, serta lomba.
                                          Latihan Teater setiap hari Senen pukul 15.00 Wib.

                                          Latihan Musik Kelintang setiap Sabtu & Minggu Pukul 15.00 Wib.

                                          Latihan Musik tradisional setiap Minggu Pukul 15.00 Wib.

                                          Latihan Tari setiap Sabtu Pukul 16.30 Wib.

                                          Persiapan sebelum latihan

Sanggar Mindulahin membuka Lembaga Pendidikan Kursus Seni Tradisional Melayu Jambi : Seni Rupa, Seni Trari, Seni Musik, Seni Teater dan Seni Sastra, untuk anak-anak, Remaja. dan Dewasa. tempat pendaftaran di Jln Kaca Piring Lorong Mat Selat (samping Pemancar TVRI Jambi ) pendaftaran terbatas hanya lima belas orang dari masing-masing cabang pendaftaran dimulai dari sekarang hingga 15 November 2013.
tenaga pembimbing/pengajar diasuh oleh orang yang ber pengalaman di bidangnya seperti : Azhar. Mj Spd, Fauzi. Z, Spd, Masvil Tomi, SSn. Nopa, Sst. Yupnical Saketi, Spd. Ririn. SSn. Feri Blok, Zulkarnaen, dan Wak Kocai.





Sabtu, 15 Juni 2013

MUSIK HADRAH (KOTA JAMBI)



MUSIK HADRAH
Oleh. Azhar. Mj. S.Pd

1. Latar Belakang

    Musik Hadrah di Kota Jambi adalah salah satu musik yang merupakan hasil dari perkawinan budaya Islam dengan budaya Melayu yang tumbuh dan berkembang di Kota Jambi. kesenian ini berusia cukup tua sudah menempuh perjalanan yang panjang sejak masuknya Islam di negeri Tanah Pilih Peseko Betuah ini, pada abad ke 13 hingga sekarang kesenian ini  belum kita ketahui siapa penciptanya.
    Kesenian Hadrah yang kita bicarakan ini adalah Musik Hadrah yang tumbuh dan berkembang dalam Kota Jambi, Meskipun kesenian ini terdapat hampir disetiap Kabupaten dan Kota dalam Provinsi Jambi, namun dari masing-masing daerah tersebut memiliki  beragam fungsi, cara permainannya, irama tetabuhan, lagu-lagu atau syair yang dinyanyikan, nama-nama gerak, nama-nama tetabuhan atau Pola Ritmenya dan Kostum yang dipakai pada waktu penampilan.
   Musik Hadrah adalah salah satu musik bernafaskan Islam hadir ditengah-tengah masyarakat Kota Jambi, sebagai salah satu media tradisional melayu Jambi untuk mensyiarkan agama Islam, berdasarkan hal tersebut menyatakan bahwa kesenian ini berasal dari Arab, bersamaan dengan masuknya agama Islam ke negara kita. Maka oleh sebab itu dimanapun ditanah air kita terdapat penduduk yang mayoritasnya ber agama Islam maka terdapatlah musik hadrah tsb, tetapi memiliki ciri dan karakteristik bunyi yg
sedikit  berbeda  sesuai dengan tradisi daerahnya masing-masing.
   Hadrah adalah bahasa Arab yang artinya : datang, ada, berhadapan. Dari pengertian tersebut dapat kita pahami bahwa Musik Hadrah adalah menyambut kedatangan, kehadiran tetamu yang dihadapi, sesuai dengan fungsinya sebagai kesenian rakyat atau musik tradisional melayu Kota Jambi.  kesenian ini berkembang disetiap kecamatan, kelurahan bahkan hampir disetiap Rt yang ada dalam wilayah Kota Jambi, dan kesenian ini berfungsi sebagai penyambutan tamu pada acara pengantin, cukuran, serta pada perayaan hari besar islam dan pesta lainnya. Kesenian ini telah berkembang pula menjadi salah satu  unsur seni pertunjukan yang diangkat ke atas pentas. Pada ahir-ahir ini  kesenian ini juga menjadi salah satu media seni tradisional sebagai ajang festival dikalangan remaja masjid dan sekolah-sekolah se Kota Jambi.
   Kesenian ini pernah mengalami krisis dan nyaris tidak terdengar lagi pada zaman pemberontakan G30 S / PKI tahun 60-an yang disebabkan oleh kondisi arus politik yang tidak menentu, sehingga persatuan atau kelompok-kelompok kesenian ini banyak yang membubarkan diri begitu saja. Sejak bangkitnya zaman ordebaru tahun 70-an hingga sekaramg kesenian ini hidup dan bermunculan kembali berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.

2.   Bentuk Musik Hadrah Kota Jambi.

      Musik hadrah di Kota Jambi memiliki bentuk, ciri, dan karakteristik bunyi yang has dan berbeda dengan musik hadrah di daerah lain, meskipun menggunakan peralatan instrument yang sama. Instrument yang digunakan disebut Kompangan instrument ini tidak memakai lempengan logam yang menempel pada bagian sisi kompangan tersebut yang menghasilkan bunyi gemerincing ketika ditabuh, kompangan di Kota Jambi tidak menggunakan efek tersebut. Hadrah kota Jambi lebih mengutamakan kebeningan bunyi kompangan yang ditabuh yang tidak menambahkan efek bunyi lain didalam komposisi kompangan tersebut.
     Pola ritme atau pukulan kompangan Musik Hadrah di Kota Jambi ada dua macam pola ritme yang lazim digunakan yakni : Yahum dan Yaumun berdasarkan pola inilah kita jadikan sebagai acuan dasar dari komposisi musik hadrah tersebut. Lagu yang dinyanyikan diangkat dari  Kitab Al-Barzanji dinyanyikan bersama-sama dalam bentuk Unisono, dan para pemainpun bermain sambil membuat pola gerakan yang asyik untuk ditonton.
    Musik Hadrah ini pada waktu penampilannya system permainannya disebut Tri Raga artinya terdiri dari tiga bagian yakni :
1.      Alat Musik disebut Kompangan
2.      Vokal
3.      Gerakan tubuh

    Dari tiga komponen tersebut diatas dapat kita simpulkan bahwa batang tubuh dari musik hadrah ini terdiri dari tiga bagian, pertama Kompangan yaitu nama alat musik yang dimainkan pada komposisi musik tersebut, sedangkan yang kedua adalah Vokal adalah lagu yang dinyanyikan pada komposisi musik hadrah tersebut, dan yang ke tiga adalah Gerakan tubuh maksudnya adalah ketika bermain musik hadrah anggota tubuh digerakkan sedingga penampilan musik hadrah tidak kaku, luwes, dan indah ditonton.


3.   Tekhnik Menabuh Kompangan

      Yang penting kita perhatikan pada tekhnik menabuh Kompangan pada Musik Hadrah Kota Jambi adalah posisi tangan baik memegang instrument tersebut maupun menabuh, sehingga warna bunyi yang dihasilkan jelas perbedaannya antara bunyi TANG dengan bunyi DUNG, sehingga tidak membingungkan antara Kompangan Peningkah dengan Kompangan Nyelalu. Yang dimaksud dengan peningkah adalah yang menghiasi motif kompangan dengan motif tertentu sedangkan nyelalu adalah yang membuat alur atau tempo sepanjang perjalanan musik tersebut.
     
  

 
 
6.  Tekhnik Pembuata

             

Jumat, 14 Juni 2013

EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI & BUDAYA ( sanggar Mindulahin Jambi )

Sanggar Seni Mindulahin Jambi, mengolah kulit kayu manis yang berfungsi sebagai Hiasan dan Aroma terapi dapat menyembuhkan berbagai penyakit, dan mengharumkan ruangan sangat baik untuk kamar tidur. kayu manis ini adalah pohon yang tumbuh didataran tinggi atau didaerah pegunungan yang banyak terdapat di Kerinci yang sudah menjadi tanaman masyarakat setempat sebagai sumber mata pencarian masyarakat Kerinci.





Sabtu, 23 Maret 2013

MUSIK HADRAH

Musik Hadrah adalah jenis musik tetabuhan yang menggunakan instrumen musik perkusi yang tergabung dalam jenis Membranofon, musik ini dimainkan oleh sekelompok orang atau group dengan menggunakan pola ritme yang berasal dari Arab yang berakulturasi dengan pola ritme dimana daerah musik itu berkembang. musik ini pada mulanya digunakan sebagai penyebarluasan agama Islam.

Didaerah Jambi musik ini sudah ada semenjak masuknya Islam ke daerah ini pada abad ke 13 Masehi, maka oleh sebab itu maka musik Hadrah yang berkembang di Jambi memiliki karakteristik yang unik baik cara penampilannya maupun syair-syair lagu yang dinyanyikan. Musik Hadrah di Propinsi Jambi merupakan hasil perkawinan budaya Islam dengan Melayu Tua dari perkawinan ini menghasilkan turunan bunyi tetabuhan Kompangan yang has dan begitu juga dengan syair lagu dalam musik tersebut. syair yang dinyanyikan adalah perpaduan dari Kitab Al-Barzanji dengan seloko-seloko melayu baik dalam bentuk syair maupu pantun.

Hadrah adalah bahasa Arab yang artinya berhadapan, datang, atau menghadapi, dari pengertian tersebut dapat kita simpulkan bahwa Musik Hadrah adalah Musik untuk penyambutan dalam menghadapi atau penyambutan kehadiran maupun kedatangan dalam menghadapi orang tertentu pada suatu acara. pola ritme yang digunakan adalah pola Hadrah, Pola Yahum, Pola Amintaza, Pola Yaumun, pola Cakodok, Kereta Api, Telentingan, Asyik dan lain-lain.

Sabtu, 15 Desember 2012

ADAT MENUNGGU RUMAH BARU DI KERINCI ( PALAHO NUNGGU UMAH )

rumah yang akan diresmikan
belarak menuju rumah

 Dihalaman rumah disambut dengan acara ba uwu 
dan silat
Anak batino menyerahkan perlengkapan seperti lemang
sirih pinang dan persyaratan lainnya kehadapan Ninik Mamak
Depati dan Anak Jantan
 
 tuan rumah didampingi oleh saudaranya duduk disamping
alat-alat laho dan sesajen

sesajen yang terbuat dari hasil hutan dan pertanian dan 
ditempat ini dilakukan tari asik disebut Asik Muji Anjung
  dan para belian salih membacakan mantra 

 para belian salih menetima lemang ba kih

membagikan persembahan sajian anak batino kepada
para Depati Ninik Mamak

membawa pulang kerumah masing-masing upacara
Pelaho Nunggu Umah telah selesai

 



Jumat, 09 November 2012

AZHAR. MJ SEBAGAI NARA SUMBER JAMBI INTERNASIONAL ARTS FESTIVAL

Jambi Internasional Arts Festival ( JIAF ) di gelar pada tanggal 28 Desember 2012 sampai dengan 6 Januari 2013 di GOS Kotabaru, Hotel Ratu dan Shang Ratu, serta Taman Budaya Provinsi Jambi dengan melaksanakan berbagai kegiatan antara lain, Pertemuan Penyair Nusantara ( PPN ) VI, Pergelaran Seni yang berakar dari Seni Tradisional Melayu Jambi dan Pembinaan sanggar-sanggar seni yang terdapat di Provinsi Jambi.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dewan Kesenian Jambi ( DKJ ) yang mendatangkan para kurator nasional antara lain, Amna Kusumo, Edy Sukarno, Ja'far Rassuh, Nungki Kusumastuti, R. Supanggah, Ratna Riantiarno, Tom Ibnur, dan Sri Purnama Syam.

 Tom Ibnur, Amna Kusuma, Ratna Riantiarno, Rahayu Supanggah dan Azhar, Mj

Dalam kegiatan ini Azhar, Mj, Didin Siroz, dan Zulbahri sebagai nara sumber menjelaskan tentang bebagai bentuk ciri dan materi seni tradisional melayu jambi serta keberadaan sanggar-sanggar seni yang berkembang di Provinsi Jambi.