Sabtu, 24 September 2011

MENGENAL MUSIK TRADISIONAL MELAYU JAMBI Oleh: Azhar.Mj

Kalau kita berbicara tentang Musik tradisional daerah Jambi, daerah ini memiliki kekayaan seni budaya daerah yang beraneka ragam terutama tentang jenis musik tradisionalnya yang cukup banyak. Kekayaan ini disebabkan oleh sembilan suku melayu yang hidup dan berkembang di daerah tsb. Dari sembilan suku melayu ini terbagi atas dua bagian yakni: Suku melayu tua dan Suku Melayu muda. Suku Melayu tua terdiri dari tiga suku, pertama Suku Kerinci, kedua Suku Batin, dan yang ketiga Suku Kubu. Sedangkan suku Melayu muda terdiri dari enam suku yaitu: pertama Suku Melayu Jambi, kedua suku Bajau, tiga  Penghulu, keempat Suku Pindah, kelima  Pendatang dan yang ke enam Suku Asing seperti Cina, Arab, Amerika dll. Dari pengaruh inilah maka lahir berbagai macam bentuk musik tradisional di daerah Jambi yang memiliki karakteristik bunyi yang has,dan berbagai bentuk instrument musik yang unik, seperti Rebana Sike yang jenis Dap, Cangor yang di kabupaten Kerinci disebut Ketuk Gong sedangkan di Kota Sungai Penuh disebut Gumbe Gumbe. Instrument ini ditetapkan namanya cangor pada temu budaya Provinsi Jambi di Taman Budaya Jambi pada tahun 1997 jenis lain seperti Kelintang Kayu dan Serdam.

Dari sisi lain Fakhrudin Saudagar  mengatakan bahwa Kebudayaan Melayu Jambi adalah salah satu contoh kebudayaan yang kaya dengan seni. Karena akar budayanya berbeda dengan  daerah lain, maka arah dan perkembangan kesenian Melayu Jambi berbedapula dengan kesenian daerah lain. Karakteristik lokal  Kesenian Melayu Jambi antara lain adalah :
  1. Menyatu dengan Alam.             
  2. Minoritas Kreatifnya Warga Masyarakat.
  3. Mayoritas kreatifnya adalah Raja, pejabat kerajaan, dan masyarakat umum.
  4. Tema berkaitan dengan keindahan alam, penderitaan, cinta, perjuangan, persahabatan, ketidak adilan, kebahagiaan dan lain sebagainya.
  5. Melambangkan keriangan (gembira) lincah, sedih, semangat, sacral (mistik), dll.
  6. Kerajaan melindungi kelompok fungsional kesenian (kalbu pemayung) 
  7. Tidak jelas pengarangnya
  8. Berkembang dari dusun kedusun dan dari mulut kemulut 
  9. Penuh (sarat) pesan; pendidikan, aturan hidup, hiburan dll.
Ketika Instrumen musik daerah Jambi ini kita padukan menjadi satu kesatuan unsur bunyi, dengan tekhnik komposisi yang baik, maka akan menghasilkan garapan musik yang baik pula. Untuk mencapai hasil tsb, maka kita hendaklah mengenal terlebih dahulu instrument musik yang akan kita garap. Seloko adat mengatakan “ Iluk arak dek seiring, iluk kato dek mumfakat”

Alat-alat musik tradisional melayu jambi adalah sebagai berikut : 
   
       1. Rebana Sike                       11. Cangor                                        21. Serdam         
       2. Rebana Rangguk                 12. Kelintang Kayu                           22. Serunai
       3. Kompangan                        13. Kelintang Perunggu (Kromong )  23. Katete
       4. Marawis                             14. Kenong ( Canang )                      24. Serangko
       5. Gendang Melayu                 15. Tetawak                                      25. Akordeon
       6. Gendang Panjang (dua sisi)  16. Gong                                          26. Piul
       7. Beduk                                 17. Terawak                                     27. Rebab
       8. Tabuh                                  18. Terawoi                                      28. Gambus
       9. Ketuk Kayu                        19. Gandai                                        29. Genggong
      10. Ketuk Bambu                     20. Suling Bambu                             30. Tampi Buluh            
                                                                                                              31. Celentang

Dari beberapa macam Instrumen Musik tradisional tsb, yang lebih dominan di daerah Jambi adalah jenis pukul dengan sebutan lain Perkusi. Disamping mudah dalam penggunaannya dan bahan- bahan yang di gunakan banyak terdapat di daerah Jambi. Seperti kayu, bambu dan kulit hewan. Diantara alat-alat musik yang jenis pukul ini terdapat beberapa instrumen  yang dapat digunakan sebagai melodi seperti, Kelintang Kayu dan Kromong. Dari instrument inilah kita temukan bahwa tangga nada musik tradisional daerah Jambi terdiri dari DO, RE, MI, SOL, dan LA. Pada jenis Instrumen yang lain juga demikian, seperti nada-nada yang terdapat pada  alat tiup yakni; Serdam, Serunai dan Katete.
                                                                         serunai
Serunai
Instrumen musik tradisional jambi yang terbuat dari bambu yang berukuran kecil yang berdiameter  1 Cm, panjang 15 Cm.  pada bagian pangkal terdapat klep apa bila ditiup dapat menghasilkan bunyi. Sedangkan untuk peningkah dibuat lobang sebanyak empat lobang, sehingga menghasilkan nada sebanya lima nada yakni; do, re, mi,  sol  dan la. Pada bagian ujung terdapat pengeras suara terbuat dari tanduk dan pada mulanya terbuat dari daun kelapa yang di lilitkan  sehingga berbentuk corong seperti terlihat pada gambar. Instrumen ini pada awalnya memiliki satu lobang peningkah dengan nada yang dihasilkan do dan re.
                                                                            serdam
Serdam
Instrumen ini juga terbuat dari bambu, yang ukurannya sedikit lebih besar dibandingkan dengan serunai, sedangkan cara memainkannya juga sama hanya serdam tidak memiliki klep seperti serunai melainkan benturan angin yang ditiupkan pada sisi lobang sehingga menghasilkan bunyi.
Lobang peningkah pada instrument ini sama dengan serunai sebanya empat lobang dengan nada do, re, mi, sol, dan la.
                                                                              suling
Suling Bambu
Instrumen ini juga terbuat dari bambu dan sudah terkenal dimana-mana, bahkan dimanca negara disebut Bamboo fluit, artinya instrument musik dimainkan dengan cara ditiup memiliki nada yang lengap dengan tangga nada diatonis, dan kromatis.
                                                                             serangko
Serangko
serangko salah satu dari alat misik tiup yang merupakan warisan dari kerajaan melayu tua di Kerinci, pada tempo dulu instrumen ini digunakan untuk memberitanda untuk pemberitahuan pada saat upacara adat dilaksanakan bahwa upacara akan dimulai. instrumen ini terbuat dari tanduk kerbau jalang yang dirajah dengan tulisan aksara incung. sedangkan cara memainkan ditiup.
                                                                     gendang melayu
Gendang Melayu jambi
Gendang Melayu Jambi memiliki karakteristik bentuk maupun bunyi yang khas, gendang ini terbuat dari bongkot kelapa dan kulitnya dari kulit hewan ternak seperti kambing. Jalinan  rotan berfungsi untuk mengencangkan kulit gendang tersebut. Gendang  dimainkan dengan cara dipukul menggunakan kedua tangan sambil dipeluk dalam posisi duduk. Agar bunyinya lebih nyaring pada lingkaran kulit bagian dalam dipasak dengan menggunakan rotan bulat disebut sentung.  Diprovinsi jambi gendang ini lazimnya digunakan untuk polaritme lagu-lagu daerah serta pengiring tari, serta lagu-lagu melayu jambi.
                                     rebana sike                                                                                                                                                                                                                                                                                                      
Rebana Sike
Rebana Sike adalah sebuah instrument musik yang berasal dari Kabupaten Kerinci, alat musi ini terbuat dari kayu surian dengan menggunakan kulit kambing sebagai kulit tabuahannya, dan tidak menggunakan rotan yang dijalin pada pengencang kulitnya, melainkan paku penatah atau paku payung  yang dipakukan dibagian lingkaran kulit.  Instrumen ini digunakan oleh masyarakat kabupaten Kerinci pada mulanya untuk musik sike dan musik pengiring tari Rangguk sebagai penyebar luasan agama Islam, sedangkan syair lagu yang dinyanyian diambil dari kitab Barzanji yang dipadukan dengan pantun-pantun atau seloko adat – istiadat setempat.
                                                                              beduk
Beduk
Beduk pada umumnya digunakan oleh masyarakat setiap kabupaten yang ada dalam Provinsi Jambi, untuk memanggil atau mengumpulkan orang untuk datang pada upacara adat maupun agama, Instrumen ini dibuat dari bongkot kelapa dan ada juga yang dari kayu. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan stik pemukul sebanyak dua buah yakni; tangan kanan satu stik dan tangan kiri satu stik , beduk tersebut diletakkan diatas tiang penyangga atau disebut standar yang dibuat dari kayu. Tekhnik pemasangan kulitnya ada yang dijalin dengan rotan dan ada yang menggunakan tekhnik rebana sike.
                                                                               tabuh
Tabuh
Alat musik ini terbuat dari kayu surian sedangkan pemasangan kulitnya menggunakan rotan sebagai alat pengencang kulit tabuh tersebut. Kegunaan instrument ini sama dengan penggunaan beduk hanya bentuknya saja yang berlainan.  Instrumen ini berasal dari Kabupaten Kerinci.
Pada upacara adat di kabupaten Kerinci, Instrumen ini sangat sacral tida boleh dibunyikan begitu saja tanpa instruksi dari orang-orang adat, karena ada aturan–aturan tertentu untuk membunyikannya maka oleh sebab itu di Kabupaten Kerinci disebut Tabuh Larangan.
                                                                        kompangan
Kompangan
Kompangan terbuat dari kayu sedangkan pemasangan kulitnya sama seperti rebana Sike, hanya bentuknya yang berbeda serta cara menabuhnya, Instrumen ini digunakan oleh masyarakat Jambi untuk arak-araan pengantin, dengan menyanyikan selawat Nabi Muhammad Salallahu’alaihi Wassalam.
                                                                      rebana rangguk
Rebana Rangguk
Instrumen ini bentuknya sama seperti kompangan, bahannya juga terbuat dari kayu, tetapi diameternya lebih kecil dari kompangan berkisar antara 15 hingga 20 Cm, alat musik ini dimainkan oleh penari sambil menari juga berfungsi sebagai property, pada awalnya berasal dari desa Cupak Kabupaten Kerinci digunakan oleh seorang Ulama  untuk mensyiarkan agama Islam.
                                                                     gendang panjang
Gendang Panjang ( dua sisi )
Gendang Panjang terbuat dari kayu Surian memiliki dua sisi untuk menabuhnya, sisi yang kiri lebih kecil dibandingkan dengan sisi yang sebelah kanan, di Kabupaten Kerinci instrument ini digunakan untuk mengiringi Silat, untuk pemasangan kulitnya dijalin dengan rotan.
                                                                            marawis
Marawis
Alat musik ini dibuat dari kayu berukuran kecil diameter berkisar antara 15 hingga 20 Cm, memiliki dua sisi, dimainkan pada telapak tangan,  tali pengikatnya di ikatkan atau dililitkan pada jari jempol kiri dan telapak tangan kanan menabuhnya.  Sedangkan pemasangan kulitnya di jalin dengan tali, fungsi alat musik ini sebagai peningkah pada musik zapin.
                                                                            cangor
Cangor
Cangor adalah sebuah instrument musik tradisional yang bahannya dari bambu, di Kabupaten Kerinci instrument ini namanya Ketuk Gong, sedangkan di Sungai Penuh namanya Gumbe-gumbe alat musi ini dibuat dengan cara mencungkil  sembilu  seruas bambu yang diameternya seukuran bamboo yang besar sehingga berbentuk senar kemudian senar sembilu tersebut diganjal agar sedikit terangkat apabila dipukul akan menghasilkan bunyi seperti bunyi gong. Pada sisi lain dibuat lidah dengan cara membuang sembilu sehingga berfungsi sebagai gendang, maka oleh karena itu instrument ini memiliki dua fungsi yakni; sebagai gendang dan gong. Instrument ini dimainkan dengan cara dipukul dengan tangan pada ujung jari.
Kata cangor diambil dari Kab. Merangin dibakukan tahun1997 di Taman Budaya Jambi, dalam acara temu budaya se-Provinsi Jambi, alat ini digunakan oleh stku melayu tua sebagai persiapan upacara adat.
                                                                       kelintang kayu
Kelintang Kayu
Kelintang Kayu Jambi ada dua jenis pertama memiliki katak kayu sebagai badan tempat penyusunan nada dan kotak berfungsi sebagai ruang resonansi bunyi. yang ke sua kelintang jolo terbuat dari Kayu Mahang dan banyak lagi jenis kayu lain yang dapat dijadikan kelintang. Instrument musik ini terdiri dari lima bilah dengan ukuran panjang lebih kurang 40 Cm dan lebar lebih kurang 5 hingga 7 Cm, tangga nada pentatonic do, re, mi, sol, dan la. Pada umumnya didaerah jambi kelintang ini dimainkan diatas kaki sambil duduk berselonjor, maka di Kabupaten Muaro Jambi disebut Bejolo artinya  berselonjor.Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan dua bilah stik yang jugaterbuat dari kayu panjang 25 Cm - 30 Cm berdiameter 2 Cm.
                                                                 kelintang cangor
Kelintang Cangor.
Instrumen musik ini terbuat dari banbu berupa hasil pengolahan Taman Budaya Jambi pada tahun 1997 oleh Azhar. Mj  diangkat dari Cangor, bahan yang digunakan adalah bambu berukuran panjang 40 Cm atau satu ruas bambu dibelah dua, kemudian sembilunya di cungkil seperti pada cangor. Cara memainkan instrument ini dipukul dengan menggunakan dua buah bilah pemukul yang terbuat dari rotan, tangga nada yang digunakan do, re, mi, sol dan la.
                                                                         kromong
Kromong
Kromong adalah alatmusik tradisional melayu jambi yang terbuat dari campuran perunggu dengan jenis metal lainnya, dimainkan dengan cara dipukul memiliki tangga nada selendro digunakan untuk mengiringi tari dan musik tradisional melayu Jambi.
                                                                      gambus
Gambus
Gambus juga digunakan oleh masyarakat melayu Jambi sebagai alat untuk mengiringi lagu-lagu tradisional, tari-tarian yang bernafaskan Islam. instrumen ini terbuat dari kayu yang memiliki senar atau dawai sebanyak lima senar, tan dimainkan dengan cara dipetik.
                                 akordeon                                                                                                                                    
Akordion
Instrumen ini dimainkan dengan cara menggunakan tenaga angin yang dipompakan pada lidah klep peningkah di setiap tut peningkah,  ketika angin dipompakan maka tut peningkah siap dipencet untuk memproduksi nada yang di kendaki, instrument ini memiliki tangga nada yang lengkap yakni; tangga nada kromatis. instrumen ini berasal dari suku asing kemudian berakulturasi dengan instrumen melayu Jambi.

                                                                          piul ( biola )
                                                                                                                       
Piul
Instrumen ini terbuat dari kayu dan memiliki senar sebanyak empat senar, dimainkan dengan cara di gesek, instrument ini sering digunakan oleh masyarakat Jambi untuk mengiringi lagu-lagu melayu Jambi dan berbagai jenis tari-tarian.
                                                                         gandai
Gandai
Instrumen ini dibuat dari kayu, dimainkan dengan cara dipukul dengan menggunakan tiga stik pemukul masing-masing, dua stik ditangan kiri dan satu stik ditangan kanan. Tangan kiri berfungsi sebagai pola ritme sedangkan tangan kanan berfungsi sebagai peningkah. Instrumen musik ini ditemukan di desa Pulau Panjang dusun teluk keloyang Kec. Tebo Ulu Kabupaten Tebo.
                                                                          genggong
Genggong 
Genggong ada tiga macam bentuk yang pertama dibuat dari bambu yang memiliki lidah apabila bergetar akan menghasilkan bunyi  dimainkan dengan cara dipetik pada mulut pemain mulut berfungsi sebagai ruang resonansi suara, yang kedua memiliki senar dimainkan dengan cara ditarik-tarik dan ada juga yang dipetik sedangkan yang ketiga terbuat dari logam.
                                                                                                                                                                                                                                                                                    Alat-alat Musik tradisional melayu Jambi sebahagian besar adalah warisan dari kerajaan melayu tua yang fungsi dan kegunaannya adalah sebagai berikut :

1.   UPACARA ADAT
Upacara adat  istiadat yang dilaksanakan di daerah Jambi, juga menampilkan berbagai aktraksi pertunjukan kesenian, seperti tarian maupun nyanyian yang menggunakan nada-nada yang ber acuan pada tangga nada yang tersebut diatas, diantaranya seperti :  Iyo-iyo, Ngaji Adat dan Nuhaun Seko. Upacara ini sering dilakukan di kabupaten Kerinci dalam rangka pemberian gelar terhadap seseorang yang dianggap oleh masyaraat setempat sudah pantas dan berhak menyandang gelar tersebut. Berbagai aktraksi kesenian tradisional turun ke gelanggang pada saat upacara adat tersebut berlansung, dan begitu juga dengan instrument-instrumen musik yang digunakan, seperti, Cangor, gendang, rebana sike, serdam, seruling bambu, tabuh dan lain-lain.

2.     UPACARA SAKRAL
Daerah Jambi juga kaya dengan upacara-upacara sakral, seperti : tolak balak, upacara pengobatan, ngayun luci, upacara besambai ( asik) dll. Dalam pelaksanaan upacara yang ritual ini, juga terdapat tari-tarian dan nyanyian yang syairnya terdiri dari mantra-mantra, untuk pemujaan dan memanggil arwah, yang kononnya dipercayai bisa menyembuhkan penyakit serta jauh dari malapetaka. Pada kegiatan ini mantra-mantra yang dinyanyikan diiringi oleh musik dengan menggunakan instrument musik tradisional daerah jambi seperti: gendang, gong, serdam dan vocal.

3.     PERMAINAN RAKYAT
Lukah gilo merupakan salah satu dari berbagai jenis permainan rakyat melayu Jambi. Lukah Gilo sejenis permainan yang dahulu kerap berlangsung pada malam beinai (malam pengantin). Permaian ini di pimpin oleh seorang pawang,peserta paling tidak 3 orang pria dewasa . permainan dilangsungkan di atas panggung atau di teras rumah keluarga pengantin , dan tidak hanya malam beinai saja karena ini memuat sajian akro batik (mistik) pada benda mati , maka kebutuhan dan fungsi acara lukah gilo ini berubah menjadi seni pertunjukan.  sama halnya yang ada di daerah jambi kecil mulanya permainan ini di bawa oleh orang kubu karena lambat laun mereka terdesak oleh para pendatang , maka permainan ini hilang terbawa oleh suku tadi. Sayangnya para pendatang tidak sempat ber integrasi mengenai permainan ini dengan suku kubu . akhirnya jarang sekali di antara pendatang yang bisa menjadi pawang permainan ini .Untuk mengiringi permainan lukah gilo ini, menggunakan instrument musik tradisional daerah Jambi, seperti: Gendang dua sisi, tetawak, Serdam, dan Vokal. Syair lagu yang dinyanyikan adalah berupa mantra, untuk memuja dan mengasuh lukah yang akan dimainkan.

4.     HIBURAN
Pada acara hiburan instrumen musik tradisional melayu Jambi biasanya digunakan oleh masyarakat melayu Jambi sebagai alat untuk mengiringi  lagu-lagu, tutur, teater Rakyat dan tari - tarian.









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar