Kisaran adalah salah satu alat untuk menggiling padi yang digunakan masyarakat petani pada tempo dulu, sedangkan sekarang alat tersebut sudah tidak digunakan lagi, dan sulit kita jumpai dalam masyarakat pemilik dan penggunanya. Namun disela-sela itu kini muncul kembali bersama gabungan Kelompok tani Sekota Jambi mereka menggunakan Kisaran tersebut sebagai alat musik sehingga mampu membentuk suasana bunyi lazimnya petani tempo dulu ditengah sawah atau humo.
Jumat, 23 Maret 2012
KELOMPOK TANI BERMAIN MUSIK
Kisaran adalah salah satu alat untuk menggiling padi yang digunakan masyarakat petani pada tempo dulu, sedangkan sekarang alat tersebut sudah tidak digunakan lagi, dan sulit kita jumpai dalam masyarakat pemilik dan penggunanya. Namun disela-sela itu kini muncul kembali bersama gabungan Kelompok tani Sekota Jambi mereka menggunakan Kisaran tersebut sebagai alat musik sehingga mampu membentuk suasana bunyi lazimnya petani tempo dulu ditengah sawah atau humo.
Kamis, 22 Maret 2012
CELENTANG
Celentang adalah sebuah Instrumen musik tradisional melayu Jambi, yang terdapat di Kecamatan Limun Kabupaten Sarolangun. Instrumen musik ini digunakan oleh masyarakat setempat untuk mengiringi Lagu-Lagu tradisional dan Tari. Instrumen ini terbuat dari campuran dari beberapa jenis tembaga, atau perunggu dimainkan dengan cara dipukul.Celentang memiliki diameter lebih kecil bila dibandingkan dengan Kromong yang terdapat di Mandiangin Tuo, dan bunyinyapun lebih nyaring dan melengking.
Jumat, 16 Maret 2012
TEATER TUTUR " SENJANG "
Sanggar MINDULAHIN pimpinan Azhar Mj, tampilkan teater tutur Senjang dengan cerita Bujang Bulan. Kesenian ini adalah salah satu bentuk sastra tutur yang sudah lama ditinggal pemiliknya, kesenian ini sudah sulit ditemukan yang disebabkan oleh penggeseran globalisasi perkembangan zaman dan pelakunya yang sudah tua dan tidak memungkinkan lagi untuk berkesenian.
Pada awalnya kesenian ini terdapat di sepanjang aliran batang tembesi mulai dari Pauh hingga ke aliran Batang Hari di Tanjung. Sedangkan di Matagual, Karmeo dan Rantau Kapas kesenian ini diiringi dengan menggunakan alat-alat musik tradisional melayu Jambi seperti Gendang, Tetawak, Kelintang, dan Piul.
Mindulahin, mengangkat dan kembangkan kesenian ini dengan memadukan dari berbagai unsur seni yang ada kemiripannya dengan kesenian tersebut seperti : Dadung dan Iwa. Pada bagian awal gesekan piul, akordeon dan vokal membentuk suasana tenang, kemudian diisioleh gendang, kelintang kayu, kelintang perunggu, tetawak dan cangor sehingga membentuk suasana gembira dengan syair dan tampilan yang kocak dalam penyampaian cerita yang disajikan. sedangkan pada bagian akhir ditutup dengan Iwa untuk mempertegas dan kejelasan cerita dan musik tutur pada klimak.
Pada awalnya kesenian ini terdapat di sepanjang aliran batang tembesi mulai dari Pauh hingga ke aliran Batang Hari di Tanjung. Sedangkan di Matagual, Karmeo dan Rantau Kapas kesenian ini diiringi dengan menggunakan alat-alat musik tradisional melayu Jambi seperti Gendang, Tetawak, Kelintang, dan Piul.
Mindulahin, mengangkat dan kembangkan kesenian ini dengan memadukan dari berbagai unsur seni yang ada kemiripannya dengan kesenian tersebut seperti : Dadung dan Iwa. Pada bagian awal gesekan piul, akordeon dan vokal membentuk suasana tenang, kemudian diisioleh gendang, kelintang kayu, kelintang perunggu, tetawak dan cangor sehingga membentuk suasana gembira dengan syair dan tampilan yang kocak dalam penyampaian cerita yang disajikan. sedangkan pada bagian akhir ditutup dengan Iwa untuk mempertegas dan kejelasan cerita dan musik tutur pada klimak.
Selasa, 13 Maret 2012
pangpung
Pangpung adalah sebuah musik garapan karya Azhar.Mj dan Anton.J.Senda. musik ini diangkat dari salah satu bentuk permainan rakyat Kab. Merangin ketika turun mandi bersama disebuah sungai. Sebagai ungkapan kegembiraan mereka melakukan aktivitas dengan memukul permukaan air dengan tangan dengan memilih tempat yang dalam disebut lubuk.Pukulan tangan pada permukaan air menimbulkan bunyi seperti bunyi dentuman yang diakibatkan oleh pertemuan dua sisi air yang dipisahkan oleh pukulan tangan tersebut.
Dari sisi lain adalagi sekelompok remaja yang sedang melakukan kegiatan yang sama, kelompok ini bisa jadi dari kelompok wanita (gadis)sedang mandi bersama disungai tersebut yang mana tempat permandian tempo dulu yang disebut Tepian Mandi. dengan mendengar dentuman air, maka mereka membalas bunyian itu, sehingga terjadilah jalinan bunyi dentuman air antara tepian mandi Laki-laki (bujang) dengan tepian mandinya Wanita (gadis)maka lahirlah sebuah bentuk permainan muda mudi disungai disebut "KECIMPUNG AMBAI " dari pola permainan inilah muncul inspirasi Azhar.Mj dan Anton.J.Senda ini menggarap sebuah musik karya baru yang diberi judul "PANGPUNG".
Musik Pangpung dimainkan dengan menggunakan beberapa buah instrumen musik tradisional melayu Jambi seperti : Gendang Melayu, Akordeon, Suling bambu, Beduk, kompangan, Piul dan Kelintang Perunggu. dengan jumlah pemain enam orang
Sabtu, 10 Maret 2012
Langganan:
Postingan (Atom)
