Jumat, 26 Oktober 2012

MUSIK CELENTANG

Celentang adalah instrumen musik tradisional yang terdapat di desa Temenggung Kecamatan Limun Kab. Sarolangun Provinsi Jambi, musik ini digunakan oleh masyarakat Limun sebagai hibutan mengiringi lagu dan tari tradisional. instrumen ini telah berumur ratusan tahun dimainkan secara turun temurun dari nenek moyang yang terdiri dari empat buah alat musik jenis Metaliofon disusun diatas standar yang terbuat dari kayu, terdiri dari tiga nada yakni : do. do, la, sol.


                                                                          Celentang

Lagu dan Tari yang diiringi dengan instrumen ini adalah berjudul Singgam Pari.

Selasa, 16 Oktober 2012

RUMAH PESEKO LUBUK NAGODANG KERINCI

Rumah Peseko yang terdapat di Lubuk Nagodang Kecamatan Siulak Kabupaten Kerinci, merupakan salah satu rumah peninggalan suku melayu tua yang pada mulanya terdiri dari empat ruang yaitu : Ruang Pesusun, Ruang Petolak, Ruang Pesambai dan Ruang dapur.

 
   Rumah Peseko yang dikelilingi Lumbung

Rumah ini sudah tidak layak lagi untuk ditempati dan sangat memperihatinkan keadaannya, didalam rumah ini terdapat benda-benda pusaka peninggalan nenek moyang seperti Keris, tombak, serangkih dan benda-benda lain yang bernilai tinggi seperti peralatan sesajen, nyato, para, dan juga terdapat tabuh panjang dan besar yang berfungsi sebagai tanda kematian, acara adat, dan lain-lain.

                                                                Ruang Pesambai



Pada ruang pesambai masih tertata tenpat berlansungnya upacara besambai untuk memanggil roh-roh leluhur untuk mohon petunjuk dalam menghadapi acara apa bila ada warga yang mengalami kemasukan roh yang belum diketahui asalnya.

Jumat, 27 Juli 2012

PENTAS MUSIK TRADISIONAL DI PASAR ANGSODUO

Sanggar Mindulahin pentaskan musik tradisional di tengah pasar tradisional Angsoduo Kota Jambi, dengan menampilkan lagu-lagu Cipt. Azhar, Mj. pergelaran ini dilaksanakan bertujuan untuk mengenalkan musik tradisional melayu jambi terhadap masyarakat.


Lagu-lagu yang ditampilkan adalah Bujang Bulan, Selontok, Ngutang Lagi, Lahing Laho, Ojek, lagu-lagu tersebut adakah Cipt. Azhar. Mj dan juga menampilkan lagu-lagu tradisional Jambi dan taklupa menampilkan seni tutur yang durasi waktu selama dua jam yang bertema tentang kehidupan masyarakat kecil yang tak lopot dari hutang piotang dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Tutur yang ditampilkan oleh penutur Azhar. Mj mengangkat tradisi lisan yang berasal dari Kabupaten Batang Hari yang berjudul Sinjang yang diiringi dengan menggunakan instrumen tradisional melayu Jambi. pertunjukan ini berhasil memukau warga pasar Angso duo Kota Jambi.

TARI KAIN KROMONG MANDI ANGIN


 Tim Kesenian Taman Budaya Provinsi Jambi, pentaskan Tari Kain Kromong dari Mandi Angin Kabupaten Sarolangun. tari ini dipentaskan dalam dua bentuk penyajian,  penyajian pertama menampilkan tari Kain Kromong yang utuh dalam bentuk keasliannya yang ditarikan lansung oleh penari dari Mandi Angin sedangkan musik pengiring juga dimainkan oleh pemusik Kromong Mandiangin.

Penampilan kedua menyuguhkan sebuah karya tari yang diangkat dan dikembangkan dari tari tradisional tsb dalam bentuk garapan baru yang berjudul Sibak Mandi Angin. tari ini di tata oleh Sri Pornama Syam sedangkan musik di tata oleh Zulbakhri.

Kedua tari ini di pentaskan pada acara temu karya Taman Budaya Se-Indonesia di gedung taman budaya Surabaya pada tanggal 11 s.d 15 juli 2012, yang di ikiti oleh 29 provinsi yang mengambil tema KEBUDAYAAN MEMBANGUN PERADABAN MANUSIA INDONESIA.

Disamping itu juga dilaksanakan pameran Foto dokumentasi pentas seni dari masing-masing kegiatan di taman budaya masing-masing provinsi.

Sabtu, 12 Mei 2012

SEPUCUK JAMBI SEMBILAN LURAH

Sepucuk Jambi Sembilan Lurah adalah Sebuah kata yang terdapat pada lambang Provinsi Jambi yang sudah sering kita ucapkan setiap hari dan sebutan ini tidak asing lagi bagi masyarakat melayu Jambi, yang sudah menjadi semboyan bagi tatanan kehidupan masyarakat Jambi.  namun sampai sekarang pengertian kata Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini masih simpang siur, ada sebagian masyarakat berpendapat bahwa kata ini diambil dari sembilan anak sungai yang mengalir pada satu aliran sungai Batang hari, dan ada juga yang berpendapat bahwa pengertian tersebut didalam wilayah Provinsi Jambi ini terdapat sembilan suku melayu terdiri dari : 1. Suku Kerinci, 2. Suku Batin. 3. Suku Kubu. 4. Suku Melayu Jambi. 5. Suku Penghulu. 6. Suku Bajau. 7. Suku Pindah 8. Suku Pendatang. 9. Suku Asing.

Beberapa pendapat tersebut sah-sah saja namun dalam adat istiadat Melayu Jambi mengatakan bahwa kata Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini adalah gabungan dari dua suku kata yakni : Pertama adalah Sepucuk Jambi dan kedua adalah Sembilan Lurah dari masing-masing kata ini memiliki arti sebagai berikut.

Sepucuk Jambi artinga adalah sebatang Pinang yang memiliki batang yang lurus, akar yang banyak daunnya yang ramah melambai-lambai dan buahnya yang lebat sebagai kawan sirih dalam cerano dalam penyambutan tamu secara adat Melayu Jambi, sebagai penyayo, pemanggil agar cepat datang, dan untuk muda-mudi disebut berusik sirih bergurau pinang.

Sembilan Lurah artinya adalah Sembilan Hak dan Kewajiban Pemimpin dan yang dipimpin yang memiliki dasar-dasar hukum yang kuat dalam tatanan adat Melayu Jambi, sembilan pimpinan dan yang dipimpin tersebut adalah : 1. Anak ba Bapak, 2. Ponakan ba Mamak, 3. Bini ba Laki, 4. Rumah ba Tengganai, 5. Luak ba Penghulu, 6. Kampung ba Tuo, 7. Negri ba Batin, 8. Rantau ba Jenang,  9. Alam ba Rajo.


Sabtu, 28 April 2012

tari RANGGUK


Rangguk adalah sebuah tari penyambutan tamu yang dilakukan oleh masyarakat Kab. Kerinci tempodulu. tarian ini dilakukan dilapangan terbuka atau di halaman rumah tempat dilaksanakan acara seperti acara Peresmian Perkawinan, hari-hari besar Islam maupun Nasional dan lain-lain.

Pada mulanya tari Rangguk dibawa oleh seorang Ulama besar Kab. Kerinci asal Cupak dari Arab diperkirakan pada abat ke Lima belas masehi, yang fungsinya adalah untuk penyebaran agama Islam, yang syairlagu untuk pengiring tarian tersebut diangkat dari kitab Al-Barzanji dengan judul Alla ya Maulai. lagu dinyanyikan bersama-sama oleh penari sambil memukul rebana kecil menari dengan semangat.

Musik pengiring tari Rangguk pada mulanya hanya menggunakan tiga Rebana terdiridari Rebana Tingkah, Nyelalu, dan Dap. sedang kan penari pada mulanya terdiri dari kaum laki-laki saja dengan mengangkat gerak yang menirukan gerak-gerak harimau masyarakat Kerinci menyebutnya Silat Harimau.

Komposisi tari digarap dengan menggabungkan dua unsur yakni perkawinan Arab dengan Melayu tua. dari hasil perkawinan inilah maka terjadi sebuah akulturasi budaya Melayu Tua yang bernafaskan Islam.

PEMUDA PANCASILA PENTASKAN SANGGAR MINDULAHIN DUA GENERASI


Acara pelantikan ketua Pemuda Pancasila Kota Jambi 28 April 2012 di hotel Novita Jambi, dimeriahkan oleh sanggar Mindulahin menampilkan Seni Pertunjukan tradisional melayu Jambi dua Generasi dengan durasi pertunjukan lima belas menit dengan meramu berbagai unsur seni tradisional melayu Jambi yang bersumber dari Musik Kelintang Jolo dan Tari Zapin.

Garapan musik ini digarap oleh Azhar. Mj dan Zulbakhri dan dimainkan oleh anggota sanggar Mindulahin dalam dua generasi, dengan menggabungkan anggota Senior dengan Yunior terdiri dari Dedi Djaba, Master Junai, Azhar. Mj, dan Zulbakhri. sedangkan anggota Yunior terdiri dari Zamzami Akbar, Rizki, Topan, Jagat, Joko Satria, dan Oki.



Untuk garapan tari ditata oleh Nopa juga menampilkan dua generasi antara senior dan yunior terdiri dari Bela, Dinda Nabila, Ezati, Riski, Iddany, Mira, Liza, dan Aliya. sedangkan yunior terdiri dari Naila, Syifa, Fadilla, Kiki, Adella, Andin, Dina, Liya dan Zahra.

Usai pentas Ketua Pemuda Pancasila Hendry Attan, SE  memberikan dana pembinaan terhadap sanggar Mindulahin yang diterima lansung oleh ketua Umum Sanggar Mindulahin Azhar. Mj diatas pentas yang disambut hangat oleh tepukan penonton yang meriah.