Musik Hadrah adalah jenis musik tetabuhan yang menggunakan instrumen musik perkusi yang tergabung dalam jenis Membranofon, musik ini dimainkan oleh sekelompok orang atau group dengan menggunakan pola ritme yang berasal dari Arab yang berakulturasi dengan pola ritme dimana daerah musik itu berkembang. musik ini pada mulanya digunakan sebagai penyebarluasan agama Islam.
Didaerah Jambi musik ini sudah ada semenjak masuknya Islam ke daerah ini pada abad ke 13 Masehi, maka oleh sebab itu maka musik Hadrah yang berkembang di Jambi memiliki karakteristik yang unik baik cara penampilannya maupun syair-syair lagu yang dinyanyikan. Musik Hadrah di Propinsi Jambi merupakan hasil perkawinan budaya Islam dengan Melayu Tua dari perkawinan ini menghasilkan turunan bunyi tetabuhan Kompangan yang has dan begitu juga dengan syair lagu dalam musik tersebut. syair yang dinyanyikan adalah perpaduan dari Kitab Al-Barzanji dengan seloko-seloko melayu baik dalam bentuk syair maupu pantun.
Hadrah adalah bahasa Arab yang artinya berhadapan, datang, atau menghadapi, dari pengertian tersebut dapat kita simpulkan bahwa Musik Hadrah adalah Musik untuk penyambutan dalam menghadapi atau penyambutan kehadiran maupun kedatangan dalam menghadapi orang tertentu pada suatu acara. pola ritme yang digunakan adalah pola Hadrah, Pola Yahum, Pola Amintaza, Pola Yaumun, pola Cakodok, Kereta Api, Telentingan, Asyik dan lain-lain.
Sabtu, 23 Maret 2013
Sabtu, 15 Desember 2012
ADAT MENUNGGU RUMAH BARU DI KERINCI ( PALAHO NUNGGU UMAH )
rumah yang akan diresmikan
belarak menuju rumah
Dihalaman rumah disambut dengan acara ba uwu
dan silat
Anak batino menyerahkan perlengkapan seperti lemang
sirih pinang dan persyaratan lainnya kehadapan Ninik Mamak
Depati dan Anak Jantan
tuan rumah didampingi oleh saudaranya duduk disamping
alat-alat laho dan sesajen
sesajen yang terbuat dari hasil hutan dan pertanian dan
ditempat ini dilakukan tari asik disebut Asik Muji Anjung
dan para belian salih membacakan mantra
para belian salih menetima lemang ba kih
membagikan persembahan sajian anak batino kepada
para Depati Ninik Mamak
membawa pulang kerumah masing-masing upacara
Pelaho Nunggu Umah telah selesai
Jumat, 09 November 2012
AZHAR. MJ SEBAGAI NARA SUMBER JAMBI INTERNASIONAL ARTS FESTIVAL
Jambi Internasional Arts Festival ( JIAF ) di gelar pada tanggal 28 Desember 2012 sampai dengan 6 Januari 2013 di GOS Kotabaru, Hotel Ratu dan Shang Ratu, serta Taman Budaya Provinsi Jambi dengan melaksanakan berbagai kegiatan antara lain, Pertemuan Penyair Nusantara ( PPN ) VI, Pergelaran Seni yang berakar dari Seni Tradisional Melayu Jambi dan Pembinaan sanggar-sanggar seni yang terdapat di Provinsi Jambi.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dewan Kesenian Jambi ( DKJ ) yang mendatangkan para kurator nasional antara lain, Amna Kusumo, Edy Sukarno, Ja'far Rassuh, Nungki Kusumastuti, R. Supanggah, Ratna Riantiarno, Tom Ibnur, dan Sri Purnama Syam.
Tom Ibnur, Amna Kusuma, Ratna Riantiarno, Rahayu Supanggah dan Azhar, Mj
Dalam kegiatan ini Azhar, Mj, Didin Siroz, dan Zulbahri sebagai nara sumber menjelaskan tentang bebagai bentuk ciri dan materi seni tradisional melayu jambi serta keberadaan sanggar-sanggar seni yang berkembang di Provinsi Jambi.
Jumat, 26 Oktober 2012
MUSIK CELENTANG
Celentang adalah instrumen musik tradisional yang terdapat di desa Temenggung Kecamatan Limun Kab. Sarolangun Provinsi Jambi, musik ini digunakan oleh masyarakat Limun sebagai hibutan mengiringi lagu dan tari tradisional. instrumen ini telah berumur ratusan tahun dimainkan secara turun temurun dari nenek moyang yang terdiri dari empat buah alat musik jenis Metaliofon disusun diatas standar yang terbuat dari kayu, terdiri dari tiga nada yakni : do. do, la, sol.
Celentang
Lagu dan Tari yang diiringi dengan instrumen ini adalah berjudul Singgam Pari.
Celentang
Lagu dan Tari yang diiringi dengan instrumen ini adalah berjudul Singgam Pari.
Selasa, 16 Oktober 2012
RUMAH PESEKO LUBUK NAGODANG KERINCI
Rumah Peseko yang terdapat di Lubuk Nagodang Kecamatan Siulak Kabupaten Kerinci, merupakan salah satu rumah peninggalan suku melayu tua yang pada mulanya terdiri dari empat ruang yaitu : Ruang Pesusun, Ruang Petolak, Ruang Pesambai dan Ruang dapur.
Rumah ini sudah tidak layak lagi untuk ditempati dan sangat memperihatinkan keadaannya, didalam rumah ini terdapat benda-benda pusaka peninggalan nenek moyang seperti Keris, tombak, serangkih dan benda-benda lain yang bernilai tinggi seperti peralatan sesajen, nyato, para, dan juga terdapat tabuh panjang dan besar yang berfungsi sebagai tanda kematian, acara adat, dan lain-lain.
Ruang Pesambai
Pada ruang pesambai masih tertata tenpat berlansungnya upacara besambai untuk memanggil roh-roh leluhur untuk mohon petunjuk dalam menghadapi acara apa bila ada warga yang mengalami kemasukan roh yang belum diketahui asalnya.
Rumah Peseko yang dikelilingi Lumbung
Rumah ini sudah tidak layak lagi untuk ditempati dan sangat memperihatinkan keadaannya, didalam rumah ini terdapat benda-benda pusaka peninggalan nenek moyang seperti Keris, tombak, serangkih dan benda-benda lain yang bernilai tinggi seperti peralatan sesajen, nyato, para, dan juga terdapat tabuh panjang dan besar yang berfungsi sebagai tanda kematian, acara adat, dan lain-lain.
Ruang Pesambai
Pada ruang pesambai masih tertata tenpat berlansungnya upacara besambai untuk memanggil roh-roh leluhur untuk mohon petunjuk dalam menghadapi acara apa bila ada warga yang mengalami kemasukan roh yang belum diketahui asalnya.
Jumat, 27 Juli 2012
PENTAS MUSIK TRADISIONAL DI PASAR ANGSODUO
Sanggar Mindulahin pentaskan musik tradisional di tengah pasar tradisional Angsoduo Kota Jambi, dengan menampilkan lagu-lagu Cipt. Azhar, Mj. pergelaran ini dilaksanakan bertujuan untuk mengenalkan musik tradisional melayu jambi terhadap masyarakat.
Lagu-lagu yang ditampilkan adalah Bujang Bulan, Selontok, Ngutang Lagi, Lahing Laho, Ojek, lagu-lagu tersebut adakah Cipt. Azhar. Mj dan juga menampilkan lagu-lagu tradisional Jambi dan taklupa menampilkan seni tutur yang durasi waktu selama dua jam yang bertema tentang kehidupan masyarakat kecil yang tak lopot dari hutang piotang dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Tutur yang ditampilkan oleh penutur Azhar. Mj mengangkat tradisi lisan yang berasal dari Kabupaten Batang Hari yang berjudul Sinjang yang diiringi dengan menggunakan instrumen tradisional melayu Jambi. pertunjukan ini berhasil memukau warga pasar Angso duo Kota Jambi.
Lagu-lagu yang ditampilkan adalah Bujang Bulan, Selontok, Ngutang Lagi, Lahing Laho, Ojek, lagu-lagu tersebut adakah Cipt. Azhar. Mj dan juga menampilkan lagu-lagu tradisional Jambi dan taklupa menampilkan seni tutur yang durasi waktu selama dua jam yang bertema tentang kehidupan masyarakat kecil yang tak lopot dari hutang piotang dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Tutur yang ditampilkan oleh penutur Azhar. Mj mengangkat tradisi lisan yang berasal dari Kabupaten Batang Hari yang berjudul Sinjang yang diiringi dengan menggunakan instrumen tradisional melayu Jambi. pertunjukan ini berhasil memukau warga pasar Angso duo Kota Jambi.
TARI KAIN KROMONG MANDI ANGIN
Tim Kesenian Taman Budaya Provinsi Jambi, pentaskan Tari Kain Kromong dari Mandi Angin Kabupaten Sarolangun. tari ini dipentaskan dalam dua bentuk penyajian, penyajian pertama menampilkan tari Kain Kromong yang utuh dalam bentuk keasliannya yang ditarikan lansung oleh penari dari Mandi Angin sedangkan musik pengiring juga dimainkan oleh pemusik Kromong Mandiangin.
Penampilan kedua menyuguhkan sebuah karya tari yang diangkat dan dikembangkan dari tari tradisional tsb dalam bentuk garapan baru yang berjudul Sibak Mandi Angin. tari ini di tata oleh Sri Pornama Syam sedangkan musik di tata oleh Zulbakhri.
Kedua tari ini di pentaskan pada acara temu karya Taman Budaya Se-Indonesia di gedung taman budaya Surabaya pada tanggal 11 s.d 15 juli 2012, yang di ikiti oleh 29 provinsi yang mengambil tema KEBUDAYAAN MEMBANGUN PERADABAN MANUSIA INDONESIA.
Disamping itu juga dilaksanakan pameran Foto dokumentasi pentas seni dari masing-masing kegiatan di taman budaya masing-masing provinsi.
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)
.jpg)


