Jumat, 29 Januari 2016

Musik KRINOK




            Krinok adalah sebuah nyanyian ungkapan perasaan dari lubuk hati yang dalam, pada akhir-akhir ini muncul beberapa pendapat yang mengatakan bahwa krinok itu adalah nama orang yang pertama melantunkan krinok berasal dari pulau Jawa, bernama Karino. Dari sisilain berpendapat bahwa Krinok itu dalam bahasa Kerinci (Rawang) adalah Ngerawit atau Gelombang maka pada nyanyian Krinok disebut Cengkok lagu atau nyanyian yang dilantunkan dengan suara yang bergelombang. Dan ada pula yang mengatakan lagu Gunung artinya lagu dinyanyikan bergelombang seperti Gunung-gunung.
            Dari hasil pendataan yang dikumpulkan bahwa Krinok itu adalah asal kata dari Malinok-linok artinya Baibo-ibo. Kesenian ini juga termasuk peninggalan melayu tua dapat kita lihat dari bentuk dan nada yang digunakan adalah nada-nada yang tidak lengkap (pentatonis). Pada perkembangan agama Islam lagu ini oleh para ulama dari suku Batin tidak diperbolehkan, sebab bernyanyi dengan nada sedih meratapi nasib adalah perbuatan yang dilarang oleh ajaran agtama Islam, jika masih ada yang melakukan silakan jauh dari kampung dihumo atau dihutan.
            Komposisi musik Krinok yang ditulis diatas hanya untuk satu bait syair saja, sedangkan syair lagu Krinok tidak terbatas mengikuti kehendak hati, orang dahulu mengatakan lagu ini adalah lagu panjang yang bernyanyi semalam suntuk, sedangkan syair lagu Krinok disebut Serambah.
            Tempo lagu dinyanyikan dengan penuh perasaan dinyanyikan secara menoton dari awal hingga akhir, kesenian ini terdapat di daerah Muaro Bungo dan Muaro Tebo, Sarolangun, dan sebagian daerah Merangin disebut Mantau atau Pantau. Pada awalnya musik Krinok tidak memakai Piul (biola), tetapai menggunakan Serdam sebagai melodi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar